Cari Blog Ini

Jumat, 11 September 2020

Resume Talkshow PKKMB UNY 2020

 

1.      Kemahasiswan dan Ormawa FE UNY

 

Narasumber : Kak Ade dan Kak Andi


Dari pandangan Kak Ade mahasiswa yang berprestasi tergolong menjadi dua, yaitu berprestasi secara akademik dan sosial. Berprestasi secara akademik meliputi tinggi IPK dan prestasi dalam mengikuti kompetisi atau lomba, sedangkan berpestasi secara sosial yaitu kemampuan kita dalam bersosialisasi. Di lingkungan kampus kita dihadapkan oleh 2 pilihan tersebut. Akan tetapi hal itu  kembali pada diri kita sendiri, tentang bagaimana kita ingin dikenal atau personal branding. Dalam perjalanannya dengan titel mahasiswa berprestasi membawa tekanan tersendiri untuk dirinya. Namun, Ia dapat mengatasinya dengan bergabung dengan Ormawa.

Menurut Kak Andi mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang dapat mengetahui tujuan pembelajaran, dapat mengembangangkan sebuah angka IPK menjadi suatu hal yang bermanfat. Satu kutipan yang membangun disebutkannya dalam live talkshow pagi tadi, “Jangan pernah takut lelah untuk totalitas.” Organisasi mahasiswa  menjadi wadah untuk para mahasiswa dalam berosialiasi dan meraih prestasi. Saat kita tergabung dalam Ormawa kita dapat menemukan keluarga baru serta membangun softskill yang akan diperlukan di masa depan.  

 

2.       Pengenalan Lingkungan Akademik FE UNY

 

 

Narasumber : Prof. Setyabudi Indartono, MM., Ph.D

 

            UNY sebagai kampus merdeka atau merdeka belajar menjadikan dosen sebagai penggerak yang memfasilitasi mahasiswanya secara independen. Dengan Sistem Kredit Semester (SKS)  mahasiswa dapat memilih sendiri mata kuliah dalam satu semester, antara lain:

-          SKS diluar perguruan tinggi sebanyak dua semester, setara dengan 40 SKS.

-          Ditambang dengan yang sama diprodi yang berbeda di PT yang sama dalam satu semester, setara dengan 20 SKS.

Besaran beban setiap orang berbeda-beda misalnya pada kegiatan seperti penelitian, praktik kerja lapangan, maupun tugas akhir/skripsi.

            Selain pembelajaran dalam kampus, Universitas Negeri Yogyakarta  juga memiiki program diluar kampus, seperti praktik industri, pertukaran pelajar, penelitian/riset, studi proyek independen dan kemanusiaan, wirausaha, serta mengajar di sekolah. Dari talkshow ini diharapkan para mahasisa baru dapat bertransformasi dengan baik dari siswa menjadi mahasiswa serta aktif dalam kegiatan yang mampu menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa.

 

3.     Mahasiswa Entrepreneur

 

Narasumber : Ghozwan Bahrey Al Farisy

 

            Enterpreneur atau wirausahawan adalah pelaku usaha yang memiliki beberapa aspek-aspek seperti kreatif dalam mengenali produk baru, membuat standar operasional, memasarkan produk, dan bisa mengatur modal untuk operasional. Menurut narasumber kita arti dari ekonom adalah wirausahawan yang mampu membaca peluang bisnis dan mampu menciptakan inovasi-inovasi baru. Jalan untuk menjadi seorang entrepreneur penuh tidak semulus jalan tol, kita tentu akan menemui beberapa kendala saat akan memulai suatu usaha. Kak Ghozwan pernah mengalami quarter life criris atau dalam kata lain merasa cemas, bingung, dan mempertanyakan tujuan hidup. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu kita harus berani dan jangan takut salah.

            Berwirausaha sangat penting untuk diri sendiri maupun orang lain, karena mampu memberdayakan masyarakat dengan terbukanya lapangan kerja. Saat ingin memasuki dunia usah kita harus memiliki semangat, fleksibilitas, visi misi, mampu berpikir kritis, dan disiplin. Selain itu, kita juga dihadapkan pada kemungkinan terburuk dalam berwirausaha, yaitu bangkrut. Namun jangan cemas, ada beberapa tips dari Kak Ghozwan yang perlu dilakukan saat kita mengalami bangkrut, antara lain:

1.      Terus berusaha dan evaluasi menyeluruh

2.      Mematangkan visi misi

3.      Ambil sisi positif sebagai pembelajaran dan terus mencoba.

 

4.      Sosciopreneur

 

Narasumber : Andika Mahardika

           

            Sosciopreneur adalah usaha yang tidak hanya melihat tentang sisi profit saja atau dengan kata lain orang yang mengetahui dan paham adanya masalah sosial di masyarakat dan tidak mengambil keuntungan semata. Dalam sosciopreneur, profit bukan satu-satunya hal yang diutamakan, melainkan bagaiamana profit tersebut bis dibagi antara kepentingan social dan perusahaan. Sosciopreneur sering disamaartikan dengan empati. Langkah-langkah untuk menyebarkan nilai-nilai social bisa dimulai dengan orang-orang disekitar kita. Konsep dari sosciopreneur sendiri yaitu:

-          Bermitra dengan petani

-          Bisnis tidak hanya berupa keuntungan

-          Memberikan fakto yang baik pada lingkungan disekitar.

Diakhir talkshow Andika Mahardika berpesan kepada kita semua untu mengambil peluang bisnis ini. Harapannya dengan mengikuti sosciopreneur ini kita bisa sharing kemampuan dengan orang lain bukan hanya untuk diri kita sendiri. Jika bisa bermanfaat untuk orang lain, kenapa tidak?

1 komentar: